Awig-awig Kearifan Lokal dari Bali, Penjelasan dan Makna

  • Whatsapp
Awig-awig Kearifan Lokal dari Bali, Penjelasan dan Makna

Suatu pedoman atau aturan awig-awig mengandung makna sesuatu yang baik. Secara garis besar awig-awig berbasis kearifan lokal mempunyai arti suatu kebijakan atau ketentuan yang mengatur tata krama pergaulan hidup dalam masyarakat demi mewujudkan tata kehidupan yang ajeg di masyarakat tersebut. Jadi jika sahabat kearifan lokal masih bingung seperti apa contoh kearifan lokal, bagaimana pengaplikasian nya berikut kami rangkum.

1. Penjelasan Awig-awig

Awig-awig Kabupaten Buleleng Bali
Awig-awig Kabupaten Buleleng Bali (img via disbud.bulelengkab.go.id)

Awig- awig merupakan ketentuan yang terbuat oleh krama Desa Adat serta ataupun Krama Banjar Adat yang berperan selaku pedoman dalam penerapan Tri Hita Karana ialah keharmonisan ikatan antara maausia dengan Tuhan Yang Maha Esa( Prahyangan), keharmonisan ikatan antara manusia dengan manusia( Pawongan) serta keharmonisan ikatan antara manusia dengan area alam( Palemahan).

Read More

Mengutip laman disbud.bulelengkab.go.id awig- awig ialah ketentuan hukum( adat) yang berperan buat mengendalikan kehidupan warga Desa Adat guna terciptanya kedisiplinan, ketentraman serta kedamaian, dan rasa keadilan di dalam warga Desa Adat. Sehingga awig- awig tersebut sangat ditaati secara turun temurun oleh krama Desa Adat di Bali.

BACA JUGA: Fungsi Kearifan Lokal Sebagai Petuah, Kepercayaan dan Pantangan

2. Keterkaitan Awig-Awig dengan Kearifan Lokal

Awig- awig berasal dari kata” wig” yang maksudnya rusak sebaliknya” awig” maksudnya tidak rusak ataupun baik. Jadi awig- awig dimaknai selaku suatu yang jadi baik.

Info tambahan: Kearifan lokal disini ialah semacam kebijakan lokal atau peraturan dalam adat atau tradisi dan budaya yang harus dipatuhi dalam kehidupan bermasyarakat dan mampu mengendalikan.

Secara harfiah awig- awig mempunyai makna sesuatu syarat yang mengendalikan tata krama pergaulan hidup dalam warga buat mewujudkan tata kehidupan yang ajeg di warga ( Surpha, 2002: 50).

3. Karakteristik yang dapat ditemui dalam awig-awig

Mengutip laman jdih.karangasemkab.go.id awig-awig memiliki karateristik sebagai berikut:

Bertabiat sosial religius, yang nampak pada bermacam tembang- tembang, sesonggan serta pepatah- petitih. Dalam membuat suatu awig- awig wajib memastikan hari baik, waktu, tempat serta orang suci yang hendak buatnya, perihal ini dimaksudkan supaya awig- awig itu mempunyai kharisma serta jiwa/ taksu.

Awig- awig yang terdapat di desa pakraman tidak saja mengendalikan permasalahan bhuwana alit( kehidupan sosial) tetapi pula mengendalikan bhuwana agung( kehidupan alam semesta).

Perihal inilah yang mendesak warga Bali sangat yakin serta percaya kalau awig- awig maupun pararem tidak saja memunculkan sanksi sekala( lahi) pula sanksi niskala( batin).

4. Penutup, Awig-Awig Contoh Kearifan Lokal Bali

Sebagaimana di jelaskan pada postingan sebelumnya bahwa kearifan lokal berfungsi untuk mengendalikan, dalam hal ini ketentuan atau kebijakan yang terkandung. Silahkan anda cari dikolom pencarian artikel sebelumnya tentang ciri, fungsi dan definisi kearifan lokal agar lebih memahami.

Artikel Lainnya:

Tradisi Mekare-kare Bali, Pengertian Lengkap Gambar
Tradisi Ngaben Warisan Budaya Bali, Pengertian, Makna dan Gambar

Sekiranya demikian penjelasan singkat terkait dengan awig-awig dari bali semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan ini mohon dikoreksi pada kolom komentar terimaksih.

Pranala Luar:

jdih.karangasemkab.go.id/kegiatan/awig-awig-dalam-desa-pakraman
disbud.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/97-awig-awig

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *