Kearifan Lokal Simpuk Munan/Lembo oleh Suku Dayak Banuaq Kaltim

  • Whatsapp
Contoh Kearifan Lokal Pemanfaatan Lahan oleh Masyarakat Dayak Banuaq

Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Banuaq dalam Pemanfaatan Lahan dan Pemeliharaan Lingkungan disebut juga Simpuk Munan/Lembo dari suku Dayak Benuaq Kalimantan Timur.

Ilmu pengetahuan alam merupakan pengetahuan dasar yang diperoleh dari hidup selaras dengan alam. Hal ini berkaitan dengan budaya masyarakat yang telah terakumulasi dan mewariskannya. Meskipun praktik ini bisa emosional, penting untuk dicatat bahwa sains lokal berasal dari pengalaman hidup atau kebenaran.

Read More

Kebijaksanaan pengalaman sejati Ini mengintegrasikan pikiran dan lingkungan Dayak Benuaq dalam pengalaman hidup mereka. Ilmu pengetahuan lokal dapat diartikan sebagai bagian integral dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dibedakan dengan bahasa masyarakat tersebut. Pengetahuan lokal biasanya diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi.

A. Dayak Benuaq di Kalimantan Timur dari perspektif yang berbeda

Pengetahuan lokal diajarkan melalui cerita tradisional, Peribahasa Ini ditemukan dalam lagu dan permainan tradisional. Pengetahuan lokal adalah pengetahuan yang diperoleh sebagian masyarakat lokal melalui pengalaman mencoba mengintegrasikan pengalaman tersebut dengan memahami budaya dan kondisi alam suatu tempat.

Kearifan lokal Simpuk Munan atau Lembo Bangkak adalah agroforestri dan hutan ini dibuat oleh masyarakat Dayak Benuaq di Kalimantan Timur. Contoh kearifan lokal pada pembahasan ini seperti dinamika pengetahuan dalam pengelolaan ekosistem hutan sebagai dasar perilaku ekologis dan pelestarian lingkungan bagi masyarakat adat.

Agar lebih memahami silahkan baca artikel kami tentang: Pengertian kearifan lokal, definisi, fungsi dan contoh lainnya

Pemanfaatan hutan didasarkan pada upaya keseimbangan sumber daya dan kelestarian. Kearifan lokal tercermin dalam gaya hidup yang sudah berlangsung lama dari nilai-nilai dominan.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa wilayah kalimantan merupakan salah satu daerah penghasil kayu alam terbaik yang kini sudah banyak berkurang atau bahkan langka, salah satu kayu alam yang terkenal dari kalimantan ialah kayu Ulin.

B. Moralitas telah ada dalam kaitannya dengan nilai-nilai leluhur dan bagaimana moralitas dan alam berhubungan.

Misalnya, kelangsungan hidup manusia di planet ini dan hubungan antara hutan dan masyarakat lokal, misalnya, adalah aktivitas sosial. Area budidaya memiliki sistem tanam yang berubah yang membudidayakan varietas padi yang berbeda sesuai dengan rotasi iklim tanaman. Dalam sistem ini, padi gogo ditanam tanpa menggunakan pestisida atau pupuk kimia, tetapi menghasilkan beras yang baik.

Sebagian dari tanah ini diisi dengan singkong atau sayuran yang dapat dimakan, dan setelah bertahun-tahun menanam padi, banyak lahan yang tidak digarap. Faktanya Ini berarti bahwa tanah tandus siap untuk menanam kembali, segala unsur hara setelah unsur hara di permukaan tanah ikut dilestarikan. Menurut aturan adat yang berlaku, sarang tidak hanya berguna untuk lebah, tetapi juga untuk madu.

Karena bagi masyarakat Benuaq, lebah adalah penyerbuk sayuran. Ini menggambarkan konservasi berkelanjutan dan perilaku berkelanjutan berdasarkan pemikiran lokal yang kuat. Pengenalan spesies tanaman yang bernilai ekologis melestarikan pupuk sebagai pengetahuan lokal yang sebenarnya.

Dengan demikian, perkebunan monokultur atau kelapa sawit. Seperti monokultur dan pengelolaan hutan industri massal, sebenarnya tidak mempraktikkan pertanian sejalan dengan pemikiran Benuaq. Masyarakat Benuaq sangat menjunjung tinggi adat apalagi tentang perkebunan dan lahan, karena hasil mendapatkan uang yaitu dari hasil berkebun dan bertani.

C. Akhir Kata

Demikian contoh kearifan lokal dari masyarakat dayak banuaq dalam memelihara lingkungan dan memanfaatkan lahan untuk keberlangsungan hidup, semoga dapat difahami fungsi dari kearifan lokal pada tradisi dan budaya Dayak Banuaq ini.

Dapat diambil poin, budaya kearifan lokal dalam mengendalikan lingkungan oleh masyarakat daya tanpa merusak lingkungan itu sendiri sesuai dengan aturan adat masyarakat setempat. Demikian yang dapat di sampaikan jika ada kesalahand alam penulisan mohon dikoreksi terimakasih.

 

Referensi: berbagai sumber di internet

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *