Kearifan lokal Indonesia
I Love IndonesiaWebsite Culture of Indonesia

Pengertian dan Contoh Kearifan Lokal Indonesia

Pengertian dan Contoh Kearifan Lokal di Indonesia– Mengenal tradisi unik yang ada di Indonesia seperti ragam budaya, tradisi unik, komoditas dan adat istiadat. Pengertian dari kearifan lokal ialah warisan budaya secara turun temurun dari generasi ke generasi.

1. Pengertian Kearifan Lokal Menurut Para Ahli

Kearifan Lokal terdiri dari dua kata yaitu kearifan ( wisdom ) yang bermakna kebijaksanaan dan lokal (local) yang bermakna daerah atau wilayah setempat. Mengutip dari laman dosensosiologi.com menurut para ahli pengertian dari kearifan lokal yaitu:

1.1 Edy Sedyawati

Menurut ahli dibidang nya Kearifan lokal adalah beragamnya pola perilaku sebagai wujud hasil budaya.

Kemudian dalam cakupan makna yang lebih luas, kearifan lokal itu terstruktur dalam keseluruhan warisan budaya, baik seni budaya yang nampak maupun yang tidak nampak.

1.2 Wales

Dari ahli profesional lainnya Kearifan lokal memiliki makna yang dapat dilihat dari dua perspektif yang saling berlawanan. Yakni munculnya pengertian extreme acculturation dan a less extreme acculturation.

2. Contoh yang Termasuk Kedalam Kearifan Lokal

Sebagai contoh berrikut ada 10 jenis kebudayaan yang berkaitan dengan adat istiadat masyarakat atau suku pada daerah yang ada di Indonesia ini.

  1. Dalihan Na Tolu Sumatera Utara;
  2. Sasi dari Maluku;
  3. Tradisi Munggahan dari Jakarta;
  4. Barappen dari Papua Barat;
  5. Bebie di Sumatera Selatan;
  6. Repong Damar di Lampung Barat;
  7. Hutan Larang Adat di Riau;
  8. Cingcowong di Jawa Barat;
  9. Tembawai di Kalimantan Barat;
  10. Koko dan Tattakeng di Sulawesi Selatan.

2.1 Penjelasan dan Makna

Sebagaimana di contohkan diatas dalihan na tolu merupakan kearifan lokal dari masyarakat batak sumatera utara, jika kita tarik kedalam pengertian dari kearifan lokal itu sendiri.

Maka akan terbentang maknanya yaitu warisan budaya yang di wariskan secara turun temurun.

Baik mari kita bentangkan pengaplikasiana nya di masyarakat dan keterkaitan terhadap Adat Istiadat warga Batak dengan tradisi unik Dalihan Natolu.

Secara Adat didalam suku Batak Dalihan Natolu Merupakan adat istiadat yang sudah lama diwariskan oleh leluhur atau nenek moyang terdahulu.

Mari kita simak arti dari kata Dalihan Natolu ini dulu…

Dalihan = Tungku Masak

Natolu = Terdiri dari Tiga

Makna dari dalihan natolu ialah sebuah ikatan rantai persaudaraan didalam sukubatak, kerangka yang meliputi hubungan-hubungan kerabat darah dan hubungan perkawinan yang mempertalikan satu kelompok.

Mengutip laman kompasiana dijelaskan juga, Dalihan na tolu merupakan bentuk perumpamaan dari kehidupan masyarakat batak toba

Yang didasari tiga unsur pokok dalam kehidupan masyarakat yang masing-masing memiliki fungsi dan peran masing- masing dalam kehidupan bermasyarakat seseorang secara adat, yaitu dongan satubuha, hula-hula, dan boru.

penjelasan mengenai apa itu Dongan Sabutuha, Hula-Hula dan Boru nanti kita bahas tersendiri, pada intinya menyangkut Na Tolu atau terdiri dari tiga itulah dia.

Jadi Kearifan Lokal merupakan Tradisi atau Warisan Budaya yang harus tetap kita jaga dan lestarikan, seperti tradisi unik yang sudah melekat di Batak Toba Dalihan Na Tolu ini.

Sebagaimana kita ketahui bersama suku batak selalu menggunakan Marga sebagai Identitas, didalam suku batak marga yang sejenis tidak boleh saling menikahi itu adat yang diwariskan secara turun temurun.

Saya kira pada pembahasan contoh dalihan na tolu ini dapat di fahami tentang pengertian dari pada kearifan lokal, ini baru satu contoh ada banyak sekali contoh kearifan lokal Indonesia dari sabang sampai merauke.

3. Visualisasi Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu dalam Bentuk Gambar

gambar dalihan na tolu
gambar dalihan na tolu (img: bonapasogithutaki.blogspot.co.uk)

Dalam pengaplikasian dalihan na tolu bukan berarti benda tungku ini dibawa-bawa dalam adat ya gaes, akan tetapi makna dari dalihan na tolu ini yang di bawa dalam adat istiadat suku batak.

Falsafah suku batak yang paling tinggi adalah Dalihan Na Tolu yang disebut juga ”Tungku nan Tiga” yang menyatakan kesatuan hubungan kekeluargaan pada suku Batak.

Maksud dari tiga unsur hubungan kekeluargaan ialah hubungan kekeluargaan dongan Sabutuha (teman semarga), hula-hula (keluarga dari pihak istri), dan boru (keluarga dari pihak menantu laki-laki kita).

Jadi saat prosesi adat berjalan misal dalam adat pernikahan, maka kedudukan dalam urutan keluarga di tentukan dari golongan Dongan Sabutuha duduk di deretan keluarga yang semarga pemilik pesta

…sedangkan semua undangan dari rombongan Hula-Hula akan berdampingan duduk di tempat keluarga Pihak Istri begitu juga untuk undangan Boru.

adat pernikahan suku batak
adat pernikahan suku batak (img: prismapicture.id)

Semua tamu undangan dalam upacara adat pernikahan ada sebutan nya dan jelas kelompok marga nya dari pihak mana.

Kurang lebih seperti itu gaes kearifan lokal Dalihan Na Tolu di aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat suku Batak.

4. Fungsi Kearifan Lokal

  • Berfungsi mengembangkan kebudayaan serta ilmu pengetahuan;
  • Untuk sarana konservasi dan pelesterian sumber daya alam;
  • Bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal/kerabat;
  • Sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan;
  • Bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal/kerabat.

5. Ciri – Ciri Kearifan Lokal

Untuk mengenali kearifan lokal dapat dilihat dari ciri seperti:

  • Dapat bertahan terhadap budaya asing.
  • Mampu mengakomodasi unsur budaya asing terhadap budaya asli.
  • Mempunyai keahlian mengintegrasi unsur budaya asing kedalam budaya asli.
  • Memiliki keahlian untuk mengendalikan.
  • Bisa memberi arah pada perkembangan budaya.

6. Akhir Kata

Semoga penjelasan diatas dapat difahami dan berguna bagi anda yang sedang mencari informasi kearifan lokal, jika ada kesalahan dalam penulisan mohon maaf, silahkan koreksinya pada kotak komentar yang tersedia.

Jangan lupa share ya gaes, agar teman dan kerabat terdekat mengetahui informasi ini.

thanks.

Daftar bacaan;

  • https://pengajar.co.id/kearifan-lokal-adalah/
  • kompasiana
3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *