Kearifan Lokal Mapalus dari Masyarakat Minahasa, Makna & Penjelasan!

  • Whatsapp
Kearifan Lokal Mapalus Pada Masyarakat Minahasa, Makna-Penjelasan

Warisan budaya Mapalus berbasis kearifan lokal oleh Masyarakat Minahasa – Biar tahu tradisi dan budaya gotong royong yang diturunkan oleh nenek moyang di seluruh nusantara. Budaya dan tradisi gotong royong merupakan ciri khas masyarakat Indonesia di seluruh nusantara sebagai contoh dalam pembahasan ini Mapalus dari Minahasa.

 

Read More

1. Pengertian Mapalus

Budaya dan tradisi unik juga khas pada masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara. Masyarakat Minahasa juga akrab dengan adat dan budaya gotong royong. Tradisi gotong roong disebut Kebudayaan Adat Mapalus berbasis kearifan lokal. Masyarakat Minahasa telah berkembang dari zaman prasejarah hingga saat ini dan telah membudayakan Mapalus.

BACA JUGA: Fungsi dan Ciri -Ciri Kearifan Lokal dan Contoh Lainnya

Meskipun warga Minahasa sebagian besar terbagi, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, dan Minahasa tetap mempertahankan budaya Mapalus dengan menerapkan sistem gotong royong. Keaslian Mapalus itulah yang disebut oleh setiap anggota Mapalus sebagai kesatuan dan solidaritas.

2. Mapalus Kearifan Lokal Warisan Leluhur Minahasa

Gambar kearifan lokal mapalus gotong royong dari minahasa
Gambar kearifan lokal mapalus gotong royong dari minahasa (img via tomohon.indonesia-tourism.com)

Minahasa di Sulawesi (Sulut) mempertahankan tradisi kearifan lokal kerjasama yang disebut mapalus. Menurut Denni Pinontoan, seorang teolog dan antropolog, mapalus banyak dipraktikkan di Minahasa dan sudah ada sejak abad-abad awal.

Kata “mapalus”, terdiri dari dua awalan untuk menunjukkan proses aktif, berarti “menuangkan” atau “membagikan”. Oleh karena itu, mapalus mengacu pada pembagian energi dan sumber daya di antara mereka, atau pembagian kepemilikan oleh suatu pihak atau individu.

Seiring berjalannya waktu, mapalus terus tumbuh dan berkembang bahkan telah membudaya di masyarakat Minahasa hingga sekarang ini. Masyarakat di Minahasa terus diingatkan untuk mencintai terlebih melestarikan budaya mapalus yang lebih dulu dilakukan oleh para pelaku-pelaku mapalus terdahulu yakni leluhur.

3. Kegiatan Mapalus Untuk Kebersamaan

Keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan mapalus tersebut terus diarahkan agar dilakukan dengan dilandasi rasa keikhlasan. Ketulusan serta kesadaran dalam melakukan suatu pekerjaan secara bersama sama atau bergotong royong dan tidak menjadi beban atau sebuah keharusan yang bersifat memaksa bagi setiap masyarakat. Melainkan dilakukan karena adanya rasa keterpanggilan dari dalam diri seseorang untuk hidup saling membantu satu sama lainnya.

Kegiatan-kegiatan mapalus yang berlaku pada masyarakat Desa Silian Dua pada masa lampau terdiri dari beberapa jenis, antara lain mapalus di bidang pertanian, kematian, perkawinan, pembangunan dan uang atau arisan. Melihat perkembangan yang ada sekarang ini, kegiatan mapalus di Desa Silian Dua sudah banyak mengalami perubahan.

Seperti mapalus pertanian yang sudahditinggalkan oleh masyarakat karena masing-masing masyarakat yang ada sekarang sudah melakukan kegiatan bertani. Sebagai etos kerja, Mapalus berarti bekerja sama atau bergiliran dengan kesepakatan bersama untuk menyelesaikan suatu tugas (ladang) untuk tujuan bersama.

4. Kearifan Lokal Mapalus adalah sistem kolaboratif untuk kepentingan bersama budaya Minahasa

Jika awalnya mapalus dibudidayakan di pertanian sebagai budidaya dan panen. Tapi sekarang bidang lainnya pendidikan ia juga terlibat dalam bisnis dan aktivitas kehidupan lainnya. Mapalus adalah bentuk kolaboratif yang bersifat sosial kegiatan tradisional, pembangunan rumah, pembuatan kapal termasuk pernikahan.

Budaya dapat bervariasi dalam warna, mapalus sangat dekat tidak hanya dengan masyarakat Minahasa di desa, tetapi juga dengan masyarakat yang kini tinggal di kota.

Dalam masyarakat Minahasa, tradisi mapalus tidak terbatas pada daerah pedesaan tradisional.

Tapi itu masih jiwa masyarakat sipil. Mapalus tidak hanya merupakan tradisi leluhur yang hidup tetapi juga menjadi pola pikir masyarakat Minahasa dan orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan dan perkotaan. Semoga artikel yang kami buat tentang Kebudayaan Adat Mapalus, dapat bermanfaat untuk anda.

5. Akhir Kata

Hingga saat ini Gotong Royong sudah menjadi buaya yang banyak di temui di berbagai daerah di Indonesia, sesuai dengan adat dan tradisi masyarakat stempat. Sekian yang dapat kami informasikan semoga bermanfaat dan dapat difahami, jika ada kesalahan dalam pemulisan mohon di maklum kan.

Kritik dan saran dipersilahkan di kolom komentar demi kemajuan situs ini, jangan lupa bagij=kan artikel ini kepada sanak saudara agar mereka juga mengetahui ragam kearifan lokal, thanks.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *