Kearifan Lokal Sasi dari Maluku, Definisi, Penjalasan dan Makna

  • Whatsapp
Sasi Kearifan Lokal dari Maluku, Penjalasan dan Makna

Kebijakan adat atau kearifan lokal Sasi dalam Upacara Laut dari generasi ke generasi oleh masyarakat Maluku dan Papua dikenal dengan pemeliharaan lingkungan lautnya dan cara menjaganya. Mereka memiliki cara melindungi alam, yang menjadi sumber penghidupan mereka sesuai aturan adat yang berlaku.

 

Read More

1. Peraturan Sasi Berbasis Kearifan Lokal

Salah satu contoh Kearifan Lokal dari Maluku adalah Tradisi Sasi merupakan hukum adat yang melarang penarikan sumber daya alam tertentu sebagai bentuk konservasi dan konservasi populasi.

Sasi dapat diartikan sebagai aturan larangan untuk mengambil sumber daya tertentu pada waktu tertentu sebagai upaya pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Tradisi sasi tidak terbatas di laut, tetapi juga di darat dan desa. Sasi Laut adalah kebiasaan yang melarang pembelian makanan laut tertentu selama jangka waktu tertentu sebelum upacara pembukaan Sasi. Dengan demikian, sumber daya laut yang dilindungi memiliki waktu yang cukup untuk berkembang biak.

2. Definisi dari Kearifan Lokal Sasi

Adat Sasi bisa dimaksud lebih ke aturan atau kearifan lokal berupa larangan mengambil hasil sumberdaya alam tertentu selaku upaya pelestarian demi melindungi kualitas serta populasi sumberdaya biologi( hewani ataupun nabati) alam tersebut.

Peraturan- peraturan dalam penerapan larangan ini pula menyangkut pengaturan ikatan manusia dengan alam serta antar manusia dalam daerah yang dikenakan larangan tersebut.

BACA JUGA: Pengertian Kearifan Lokal dan Contoh Lainnya

Pada hakikatnya, pula ialah sesuatu upaya buat memelihara tata- krama hidup bermasyarakat, tercantum upaya ke arah pemerataan pembagian ataupun pemasukan dari hasil sumberdaya alam dekat kepada segala masyarakat/ penduduk setempat.

3. Prosesi yang Harus Diikuti Saat Prosesi Sasi

Secara teknis pelaksanaan sasi secara tradisional, dimana para tetua adat membaca bersama maklumat dan aturannya, dan memulai sasi sambil berjalan-jalan di sekitar desa. Pada saat yang sama, ketika Sasi dibuka, warga Haruku Maluku Tengah akan mengikuti tradisi membaca aturan pembukaan sasi dan membakar lobus kelapa atau daun kelapa.

terdapat enam tujuan falsafah yang mempengaruhi pelaksanaan adat sasi, yakni sebagai berikut:

  • Berupa petunjuk universal tentang sikap manusia, buat membagikan batas tentang hak- hak warga;
  • Mejleaskan hak- hak perempuan, buat membagikan definisi status perempuan serta pengaruh mereka dalam warga:
  • Menghindari kriminalitas, buat kurangi aksi kejatahan semacam mencuri;
  • Mendistribusikan sumber energi alam yang mereka miliki secara menyeluruh buat menjauhi konflik dalam pendistribusian sumber energi alam, ialah antara warga dari desa ataupun kecamatan yang berbeda;
  • Memastikan metode pengelolaan sumber energi alam yang di laut serta di darat guna tingkatkan kesejahteraan warga;
  • Buat penghijauan/ pelestarian alam( konservasi).

4. Kategorisasi dari Kearifan Lokal Sasi

Secara tradisional, sasi diterapkan dalam 3 tingkatan, ialah selaku berikut:

  • Sasi perorangan, ialah melindungi sumber energi alam yang dapat jadi kepunyaan individu dalam batasan waktu tertentu. Ada pula orang- orang yang boleh mengambil tumbuhan buah- buahan cuma orang yang menyimpan ciri sasi pada tumbuhan tertentu.
  • Sasi umun, ialah yang diterapkan buat perkebunan kombinasi bermacam tumbuhan yang terdapat di Maluku serta Papua, diucap sebagai dusun, setelah itu diterapkan buat sumber energi tertentu yang terdapat dalam kebun tersebut.
  • Sasi desa, ialah berlaku untuk segala susunan di desa tersebut, umumnya terdiri dari sebagian dusun.

Sehabis kewenangan sasi terus menjadi luas serta meningkat, kesimpulannya sasi tumbuh jadi 4 jenis, ialah selaku berikut:

  • Sasi perorangan, ialah berlaku cuma buat lahan saja, sebab laut kepunyaan universal.
  • Jenis Sasi umun, cuma berlaku buat tingkatan desa saja.
  • Sasi gereja serta sasi masjid, ialah sasi yang disetujui oleh pihak gereja, masjid ataupun warga universal.
  • Jenis asi negeri, yakni sasi yang disetujui oleh pemerintah lokal, seperti kepala desa, para bupati, contohnya untuk mengatasi masalah perselisihan mengenai batas wilayah.

5. Akhir Kata terkait Kearifan Lokal SASI

Gambar Upacara tutup sasi tanggal 3 November 2020 masyarakat Suku Kawe
Gambar Upacara tutup sasi tanggal 3 November 2020 masyarakat Suku Kawe (img via kkp.go.id)

Sasi merupakan Adat khusus yang berlaku hampir di seluruh pulau di Provinsi Maluku (Halmahera, Ternate, Buru, Seram, Ambon, Kep. Lease, Watubela, Banda, Kep. Kei, Aru dan Kep. Barat Daya dan Kep. Tenggara di bagian barat daya Maluku) dan Papua (Kep. Raja Ampat, Sorong, Manokwari, Nabire, Biak dan Numfor, Yapen, Waropen, Sarmi, Kaimana dan Fakfak). Sasi juga memiliki nama lain, yakni Yot di Kei Besar dan Yutut di Kei Kecil. Sasi juga dikenal sebagai cara pengolahan sumber daya alam di desa-desa pesisir Papua.

Demikian yang dapat disampaikan semoga dapat dimengerti dan difahami, thanks.

Sumber:

  • id.wikipedia.org/wiki/Sasi
  • kkp.go.id/djprl/bkkpnkupang/artikel/26438-integrasi-kearifan-lokal-sasi-dalam-pengelolaan-sumber-daya-alam-nasional

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *