Keunikan Pakaian Adat Gorontalo, Lengkap Penjelasan Ciri Khas & Makna

  • Whatsapp
Keunikan Pakaian Adat Gorontalo, Lengkap Penjelasan Ciri Khas

Penjelasan dan makna Pakaian adat Provinsi Gorontalo yakni Biliu dan Makuta akan dibahas secara details pada postingan ini, mulai dari ciri khas, model dan warna. Perbedaan Biliu dan Mahkuta adalah peruntukan atau fungsinya yaitu Biliu untuk perempuan sedangkan Makuta untuk pria.

 

Read More

1. Baju Adat Pernikahan Gorontalo

Pakaian Adat Gorontalo Untuk Pernikahan
Pakaian Adat Gorontalo Untuk Pernikahan (img via infopublik.id)

Secara kasat mata, busana pernikahan khas gorontalo Biliu dan Makuta memiliki penutup kepala atau mahkota yang unik dan berkarakter, desain baju pri dan wanita yang tampak gagah dan anggun.

Ragam aksesoris, bordir dan kelengkapan lainnya memberikan tampilan bagaikan sultan dan putri.

2. Ciri Khas Pakaian Adat Gorontalo

Model Khas Pakaian Adat Gorontalo
Model Khas Pakaian Adat Gorontalo (img via idntimes)

Baju Biliu berpasangan Makuta ialah baju adat tradisional dari Provinsi Gorontalo. Baju adat Biliu dikenakan oleh wanita, sebaliknya Makuta kenakan oleh pria yang memiliki ciri khas.

  • Terdiri dari hiasan kepala, pakaian kurung, kalung bersusun, sarung serta ikat pinggang. Umumnya rambut wanita disanggul dengan wujud simpel serta dihiasi kembang emas.
  • Sedangkan baju pengantin pria bernama Makuta ataupun Pulawala. Pada baju pria tertutup yang dipadukan dengan celana panjang. Di mana dilengkapi penutup kepala serta kain sarung yang dililitkan di pinggang.
  • Setelah itu senjata tradisional wamilo yang diselipkan di lilitan sarung.
  • Baju adat tersebut merupakan baju pengantin Gorontalo yang mempunyai karakteristik khas serta keunikan. Biasanya baju adat tersebut dipakai buat perkawinan atau pernikahan.

3. Sejarah Pakaian Adat Biliu

Keberadaan baju adat Biliu telah ada di wilayah Gorontalo semenjak lama dari masa lampau. Era abad ke- 21 wilayah Gorontalo diperintah oleh seseorang Sultan yang bernama Amay. Dikala seperti itu pula masuknya agama Islam ke Gorontalo yang tadinya sudah mendapatkan ijin serta restu dari Sultan Amay buat penyebarannya.

Hingga mulai dari abad ke- 21 sampai saat ini segala penduduk asli Gorontalo (Uduluwu Limo Lo Pohalaa) menganut ajaran agama Islam. Pada 1630, menikahlah Sultan Amay dengan seseorang puteri bernama Awutango dari kerajaan Palasa.

Prosesi acara pernikahan dilaksanakan dengan adat yang bersendikan syaraa, syaraa bersendikan kitabullah (Al Quran).

Pada dikala peminangan yang dilaksanakan dengan adat Gorontalo serta sudah diresmikan baju yang hendak dipakai waktu bersanding( Mopipide) merupakan Paluwala buat Sultan Amay serta Biliu buat si puteri.

Biliu ialah baju adat kebesaran yang dipakai oleh ratu ataupun permaisuri Raja. Biliu berasal dari kata ” Biluwato” yang maksudnya dinaikan ataupun dinobatkan

4. Keunikan Baju Adat Biliu dan Makuta

Keunikan baju adat Pada baju adat tersebut dilengkapi dengan manik- manik serta payet dan sulaman. Biasanya baju adat Gorontalo terdiri atas 3 warna ialah warna ungu, warna kuning keemasan, serta warna hijau.

Dalam upacara perkawinan adat Gorontalo, warga memakai 4 warna utama, ialah merah, hijau, kuning emas, serta ungu. Di mana tiap- tiap warna tersebut mempunyai makna ataupun arti yang berkaitan dengan nilai- nilai yang berkembang serta tumbuh dalam kehidupan warga Gorontalo.

Warna merah dalam baju adat Gorontalo mempunyai arti keberanian serta tanggung jawa, warna hijau selaku lambang kesuburan, kesejahteraan, kedamaian, serta kerukunan.

Keunikan warna kuning emas buat melambangkan kemuliaan, kesetiaan, kebesaran, serta kejujuran. Sedangkan warna ungu digunakan selaku simbol keanggunanan serta kewibawaan.

Warga menjauhi pengunaan baju warna coklat yang menyamai faktor tanah. Warga lebih memilah warna gelap yang dikira selaku simbol keteguhan serta ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bila mau memakai baju bercorak hitam.

5. Aksesoris Busana Adat Gorontalo

Tuhi-Tuhi Aksesoris Pakaian Adat Gorontalo
Tuhi-Tuhi Aksesoris Pakaian Adat Gorontalo Biliu dan Makuta

Jenis aksesoris ini juga dikenakan di bagian kepala yang berupa gafah yang jumlahnya 7 buah.

Aksesoris Layi-Layi
Aksesoris Layi-Layi Biliu dan Makuta

Dikenakan bersama dengan pakaian adat Gorontalo. Aksesoris ini biasanya dipakai di ubun-ubun.

nama dan keterangan aksesoris baju pernikahan gorontalo
nama dan keterangan aksesoris baju pernikahan gorontalo (img via keluyuran.com)
  • Boute merupakan aksesoris yang dikenakan oleh perempuan yaitu sebagai ikat kepala.
  • Buohu Walu Wawu Dehu adalah berupa kalung
  • Etango merupakan aksesorisyang fungsinya sebagai ikat pinggangbermotif motif mirip dengan kecumbu.
  • Pateda atau gelang dengan warna keemasan pada tangan kiri dan kanan
  • Loubu aksesoris pada tangan pada jari manis dan jari kelingking.

BACA JUGA: 34 jenis pakaian adat daerah lengkap semua provinsi Indonesia

6. Akhir Kata

Sekian yang dapat di informasikan penjelasan dan ciri khas pakaian adat dari Provinsi Gorontalo semoga dapat difahami dan dimengerti, jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan mohon dikoreksi thanks.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *