Keunikan Rumah Adat Gorontalo, Penjelasan dan Gambar √

  • Whatsapp
Keunikan Rumah Adat Gorontalo, Penjelasan dan Gambar 2

Rumah adat dari Provinsi Gorontalo terdiri dari dua jenis yakni Dulohupa dan Bantayo Poboide. Dulohupa sebagai lambang rumah adat gorontalo memiliki bentuk unik rumah panggung, masyarakat gorontalo menyebut juga Dulohupa dengan nama Yiladia Dulohupa Lo Ulipa. Artikel ini akan membahas keunikan rumah adat gorontalo, ciri khas, filosofi dan arsitektur nya.

 

Read More

A. Arsitektur dan Makna Rumah adat Dulohupa

Pertama kita akan membahas rumah tradisional jenis Dulohupa. Merupakan rumah tradisional dari kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Dulohupa memiliki bentuk dengan konsep rumah panggung dan menggunakan material kayu serta struktur atapnya khas bernuansa daerah gorontalo.

Setiap bagian pada Rumah panggung Dulohuppa menggambarkan badan manusia, atap rumah menggambarkan kepala, body rumah menggambarkan badan serta pilar kayu menggambarkan kaki.

Rumah adat Dulohupa juga merupakan representasi kebudayaan masyarakat Gorontalo

Selain memiliki makna atau menggambarkan badan manusia, konsep rumah panggung Dulohupa juga berfungsi untuk mengantisipasi banjir.

gambar rumah Dulohupa Gorontalo
gambar rumah Dulohupa Gorontalo

Adapun bagian dari rumah tradisional ini yang memiliki fungsi masing-masing seperti atap, ruangan, pilar, dan anak tangga.

1. Atap Rumah yang Unik

Keunikan rumah adat gorontalo ini bisa juga kita temui pada bentuk atap nya.

Pada bagian atap rumah dulohupa tersusun dari jerami terbaik mirip seperti pelana berbentuk segitiga bersusun dua, menggambarkan syariat dan adat masyarakat gorontalo.

Struktur pertama menggambarkan agama sebagai yang paling utama dalam kehidupan bemasyarakat yakni kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Susunan dibawahnya menggambarkan kepercayaan masyarakat gorontalo terhadap kebudayaan dan adat istiadat.

Dimasa lampau pada puncak atap dipasang dua buah batang kayu bersilang yang disebut Talapua yang dipercayai penduduk dapat menangkal roh-roh jahat. Namun seiring perkembangan kepercayaan Islami talapua sudah tidak dipasang lagi.

2. Bagian Ruang Rumah Adat Dulohupa

Disamping pintu masuk rumah terdapat Tange Lo Bu’ulu yang digantung, menggambarkan kesejahteraan penduduk gorontalo.

Bagian interior atau dalam rumah tidak memiliki banyak sekat sehingga tampak terbuka.

RUmah Dulohupa juga memiliki ruang peristirahatan khusus untuk para raja dan keluarga kerajaan atau sekedar bersantai.

3. Tiang Pilar Unik Rumah Adat Gorontalo

Tiga jenis pilar yang terdapat pada rumah tradisional tersebut pilar utama atau wolihi yang berjumlah 2 buah, pilar depan yang berjumlah 6 buah, dan pilar dasar atau potu yang berjumlah 32 buah.

Pilar utama disebut juga wolihi berfungsi menyokong bagian atap secara langsung yaitu memanjang dari tanah sampai rangka atap.

Untuk diketahui Pilar utama ini menjadi simbol ikrar persatuan dan kesatuan yang kekal abadi antara dua bersaudara Gorontalo dan Limboto (janji lou dulowo mohutato-Hulontalo-Limutu) pada tahun 1664.

Angka 2 dalam makna jumlah pilar utama menggambarkan delito (pola) adat dan syariat sebagai prinsip hidup penduduk Gorontalo yang dianut dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu untuk Pilar Depan menggambarkan 6 sifat utama atau ciri penduduk lou dulowo limo lopahalaa yaitu sifat tinepo atau tenggang rasa, sifat tombulao atau hormat, sifat tombulu atau bakti kepada penguasa, sifat wuudu atau sesuai kewajaran, sifat adati atau patuh kepada peraturan, sifat butoo atau taat pada keputusan hakim.

Untuk Pilar dasar atau potu yang berjumlah 32 buah memiliki makna atau menggambarkan 32 penjuru mata angin. Bentuk pilar yang terletak di bagian depan (serambi) berbentuk persegi berjumlah 4, 6 atau 8 yang menggambarkan banyaknya budak yang dimiliki oleh raja.

4. Anak Tangga

Makna anak tangga pada rumah tradisional Gorontalo dalam hal ini Dulohupa yang berjumlah 5 sampai 7 buah anak tangga.

Makna angka 5 menggambarkan rukun Islam dan 5 filosofi hidup penduduk Gorontalo, yaitu Bangusa talalo atau menjaga keturunan, Lipu poduluwalo atau mengabadikan diri untuk membela negeri, dan Batanga pomaya, Upango potombulu, Nyawa podungalo yang berarti mempertaruhkan nyawa untuk mewakafkan dan mengorbankan harta.

Angka 7 menggambarkan 7 tingkatan nafsu pada manusia yaitu amarah, lauwamah, mulhimah, muthmainnah, rathiah, mardhiah, dan kamilan

5. Bentuk, Ciri, Filosofi, dan Keunikan

Ciri khas salah satu ikon kebudayaan rumah tradisional  dulohupa ialah memiliki hiasan berupa pilar-pilar kayu sebagai simbol tangga adat yang disebut juga dengan Tolitihu.

Keunikan lainnya ialah memiliki dua buah tangga yang terletak di sebelah kiri dan kanan yang memiliki makna dan nilai filosofi.

Jumlah anak tangga pada rumah adat Dulohupa memiliki makna tersendiri. Jumlah anak tangga terdiri dari 5 sampai 7 buah anak tangga. Angka 5 menggambarkan rukun Islam dan 5 filosofi hidup penduduk Gorontalo, yaitu Bangusa talalo atau menjaga keturunan, Lipu poduluwalo atau mengabadikan diri untuk membela negeri, dan Batanga pomaya, Upango potombulu, Nyawa podungalo yang berarti mempertaruhkan nyawa untuk mewakafkan dan mengorbankan harta.(wikipedia)

Saat ini bagnunan dulohupa dilengkapi keindahan taman bunga serta bangunan menyimpan kereta kerajaan yang disebut Talanggda.

alamat rumah adat dulohupa gorontalo, google map
alamat rumah adat dulohupa gorontalo, google map

Jalan Raden Saleh No.35, Kelurahan Limba, Limba U Dua, Kota Sel., Kota Gorontalo, Gorontalo 96138

6. Fungsi Rumah Adat Dulohupa

Dimasa lampau atau dahulunya, rumah adat Dulohupa digunakan sebagai tempat bermusyawarah keluarga kerajaan juga digunakan sebagai ruang sidang kerajaan bagi pengkhianat negara yang dilakukan dalam bentuk sidang tiga tahap pemerintahan yaitu Buwatulo Bala (tahap keamanan), Buwatulo Syara (tahap hukum agama Islam) dan Buwatulo Adati (tahap hukum adat), serta digunakan juga untuk merencanakan kegiatan pembangunan daerah serta menyelesaikan permasalahan penduduk setempat.

Saat ini Rumah Adat Dulohupa difungsikan pagelaran upacara adat, seperti upacara adat pernikahan dan pagelaran budaya dan seni di Gorontalo. Di dalam rumah adat ini tersedia perlengkapan untuk upacara perkawinan seperti busana adat pengantin, perhiasan-perhiasan, pelaminan dan benda-benda berharga lainnya.

Kami juga menyediakan informasi: 34 jenis rumah adat Indonesia dari semua provinsi.

B. Rumah Adat Bantayo Poboide dari Prov. Gorontalo

gambar rumah Bantayo Poboide
gambar rumah Bantayo Poboide

Pembahasan kedua ialah jenis rumah adat Bantayo Pobodie. Bangunan unik dan khas rumah tradisional Bantanyo Poboide memiliki fungsi sebagai tempat musyawarah, seperti namanya Bantanyo memiliki arti gedung atau bangunan, sedangkan Poboide memiliki arti tempat bermusyawarah.

Material yang digunakan dalam bangunan rumah tradisional ini menggunakan kayu pilihan yang berasal dari hutan tua gorontalo.

Jenis kayu yang digunakan membangun rumah ialah kayu hitam dan kayu coklatkemerahan, jenis kayu ini dianggap memiliki dayatahan yang kuat sehingga awet ketika digunakan.

1. Fungsi Rumah Bantayo Poboide

Selain tempat bermusyawarah gedung ini juga memiliki fungsi seperti pelaksanaan upacara adat, pernikahan menerima tamu kenegaraan.

Bangunan yang didirikan di lahan seluas 515.16 meter persegi ini dengan komposisi tiang bagian depan berjumlah 8 tiang. Terdiri dari 2 tiang dibagian luar dan 6 tiang dibagian lainnya peletakan tiang ini memiki nilai filosofi sesuai adat masyarakat setempat.

2. Ciri Khas dan Keunikan Rumah Adat Bantayo Poboide

  • Menggunakan material kayu
  • Mempunyai anak tangga, kiri dan kanan
  • Unik dengan tiang-tiang penyangga yang terbuat dari kayu pilihan.
  • Bentuk atap unik bersusun.

BACA JUGA:

Mengenal Rumah Adat Boyang Sulawesi Barat, Filosofi dan Ciri Khas.
Keunikan Rumah Adat Sulawesi Tengah, Gambar dan Penjelasan.
Mengenal Rumah Adat Sulawesi Utara, Cirikhas, Keunikan dan Gambar.

C. Penutup terkait Keunikan Rumah Adat Gorontalo

Demikian yang dapat di informasikan untuk pembahasan keunikan rumah adat gorontalo “Dulohupa” dan “Bantayo Poboide”. Semoga informasi ini berguna dan bermanfaat sehingga bisa dibaca secara terus menerus. Jika ada kesalahan dalam penulisan mohon dikoreksi dikolom komentar, terimakasih.

jangan lupa bagikan artikel ini kepada sanak saudara agar mereka mengetahui ragam budaya Indonesia seperti Rumah Adat.

Referensi:

  • id.wikipedia.org/wiki/Dulohupa
  • sumber gambar:googleimg

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *