Tradisi Mekare-kare Bali, Pengertian Lengkap Gambar!

  • Whatsapp
Tradisi Mekare-kare Bali
Tradisi Mekare-kare Bali

Mekare-kare ialah salah satu tradisi masyarakat Bali yang di lakukan untuk persembahan dan menghormati Dewa Indra yang di percaya sebagai Dewa perang dan juga sebagai penghormatan kepada leluhur. Mekare kare tradisi berbasis kearifan lokal warisan leluhur ini di kenal juga dengan sebutan perang pandan.

Kapan Dilaksanakan Tradisi Mekare-kare

Ritual Mekare-kare atau perang pandan biasanya di laksanakan dalam waktu tahunan yaitu di bulan juli, budaya unik yang hingga kini masih terjaga bisa di jumpai di desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem – Bali.

Read More

BACA JUGA: Keindahan Taman Edelweis Karangasem Bali

Penjelasan Tradisi Mekare-kare

Merupakan rangkaian upacara keagamaan di desa Tenganan Pegringsingan saat upacara Sasih Sembah digelar, upacara Sasih Sembah ini adalah upacara terbesar dan hanya sekali dalam setahun, sedangkan prosesi Mekare-kare dilangsungkan selama 2 hari di halaman Balai Desa dan dimulai sekitar jam 2 sore.

Dari hasil penelusuran kami seperti di lansir oleh situs balitoursclub.net di jelaskan bahwa tradisi unik mekare-kare tradisi yang dapat di temui di desa Tenganan Pegringsingan di kabupaten Karangasem, menganut kepercayaan Hindu seperti mayoritas warga Bali lainnya, namun demikian warga desa Tenganan memiliki pemahaman kepercayaan yang sedikit berbeda dengan warga Hindu Bali pada umumnya, mereka tidak mengenal Kasta ataupun warna, juga meyakini Dewa Indra adalah dewa tertinggi.

Mekare-kare ini bertepatan pada upacara Ngusaba Kapat / Sasih Sembah di depan halaman Bale Agung.

Seperti Apa Bentuk Upacara Mekare-kare

Dari hasil pengamatan kami di salah satu chanel YT yakni Ani Studio Production terlihat perhelatan tradisi mekare-kare di perankan oleh dua orang pria yang sedang melakukan pertempuran dengan ikatan Pandan di pegang oleh masing masing pemeran.

Upacara berlangsuung dengan sangat meriah yang di hadiri warga setempat, disini perang pandan juga bisa dimainkan oleh anak pria yang masih usia kecil.

Disini kedua petarung akan saling menyerang dengan pandan, dan di tengahi oleh semacam wasit diawasi orang tua karena ini bukanlah tujuannya kekerasan.

BACA JUGA: 10 Makanan Khas Bali Yang Perlu Anda Ketahui Saat Kulineran

Selain daun pandan masing-masing pria memegang tameng pelindung layaknya orang yang sedang berperang dan tentunya tak ketinggalan baju khas Bali dengan pengikat kepala Udeng.

Setelah diawali oleh pria usia dini dilanjutkan dengan pria remaja dengan konsep pertempuran yang sama di iringi musik khas bali dan teriakan warga yang hadir semakin memeriahkan upacara ini.

bentuk perang pandan di bali
bentuk perang pandan di bali

Akhir Kata

Demikian yang dapat kami informasikan terkait tradisi unik dari Kebudayaan Bali, kita harus bangga dengan tradisi atau kearifan lokal yang masih tetap terlestarikan hingga kini.

Semoga informasi Tradisi Mekare-kare Bali bermanfaat bagi kita semua, jika ada kritik dan sara atau sekiranya ada kesalahan dalam penulisan mohon masukkaannya di kolom komentar yang tersedia untuk kemajuan situs ini, terimakasih.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *